
Oleh Author
•27 Februari 2026
Simbiosis mikoriza adalah hubungan mutualisme antara jamur mikoriza (dari bahasa Yunani 'mykes' = jamur, 'rhiza' = akar) dan akar tanaman, di mana jamur membantu tanaman menyerap air dan nutrisi seperti fosfor dan nitrogen dari tanah, sementara tanaman menyediakan karbohidrat hasil fotosintesis sebagai sumber energi bagi jamur. Interaksi ini meningkatkan efisiensi penyerapan hara, ketahanan terhadap kekeringan, dan kesehatan tanah secara alami.
Cara kerja simbiosis mikoriza melibatkan proses biologis yang kompleks dan saling menguntungkan. Proses ini dimulai dari kolonisasi akar tanaman oleh hifa jamur mikoriza.
Jamur mikoriza mendeteksi senyawa kimia yang dikeluarkan oleh akar tanaman, seperti flavonoid. Hifa jamur kemudian menempel dan menembus epidermis akar, membentuk struktur khusus di dalam sel akar (arbuskula pada mikoriza arbuskular) atau di antara sel-sel akar (pada mikoriza ektomikoriza).
Setelah terinfeksi, hifa jamur tumbuh keluar dari akar, membentuk jaringan ekstensif di dalam tanah yang disebut miselium. Jaringan ini memperluas area penyerapan akar hingga 100 kali lipat, menjangkau pori-pori tanah yang tidak dapat diakses oleh akar tanaman sendiri.
Jamur menyerap air, fosfor, nitrogen, dan unsur hara mikro dari tanah melalui miselium, lalu mentransfernya ke tanaman melalui struktur arbuskula atau hifa. Sebaliknya, tanaman memberikan 10-30% hasil fotosintesis (seperti glukosa) kepada jamur sebagai imbalan, menciptakan simbiosis yang saling menguntungkan.
Manfaat simbiosis mikoriza sangat luas, mendukung pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Berikut adalah tujuh manfaat utamanya:
Untuk memaksimalkan manfaat simbiosis mikoriza, petani dapat menggunakan produk hayati seperti FloraOne dari Centra Biotech, yang mengandung konsorsium mikroba unggul termasuk jamur mikoriza, untuk meningkatkan kesehatan tanah dan hasil panen secara alami.
Simbiosis mikoriza diklasifikasikan berdasarkan struktur dan cara infeksi pada akar tanaman. Dua jenis utama adalah mikoriza arbuskular dan ektomikoriza.
Mikoriza arbuskular adalah jenis yang paling umum, menginfeksi sekitar 80% spesies tanaman, termasuk padi, jagung, dan kedelai. Jamur membentuk struktur arbuskula di dalam sel akar untuk pertukaran nutrisi. Jenis ini sangat efektif dalam meningkatkan penyerapan fosfor.
Ektomikoriza umumnya berasosiasi dengan tanaman berkayu seperti pinus dan ek. Jamur membentuk selubung hifa di sekitar akar (mantel) dan jaringan Hartig di antara sel-sel akar. Jenis ini membantu penyerapan nitrogen dan melindungi dari patogen.
Jenis lain termasuk mikoriza ericoid (untuk tanaman famili Ericaceae), orchidoid (untuk anggrek), dan monotropoid (untuk tanaman non-fotosintetik). Setiap jenis memiliki adaptasi khusus untuk tanaman inang tertentu.
Meningkatkan simbiosis mikoriza di lahan pertanian memerlukan pendekatan terpadu yang mendukung pertumbuhan jamur dan tanaman. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan:
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, petani dapat memanfaatkan simbiosis mikoriza untuk pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Produk seperti FloraOne dari Centra Biotech dirancang untuk mendukung proses ini dengan aman dan efektif.
Simbiosis mikoriza melibatkan jamur yang membantu penyerapan air dan nutrisi seperti fosfor, sedangkan rhizobia adalah bakteri yang mengikat nitrogen dari udara untuk tanaman legum. Keduanya adalah simbiosis mutualisme, tetapi dengan mikroorganisme dan fungsi yang berbeda.
Tidak, sekitar 80-90% spesies tanaman dapat membentuk simbiosis mikoriza, terutama jenis arbuskular. Beberapa tanaman seperti kubis dan sawi termasuk famili Brassicaceae umumnya tidak bermikoriza karena mengeluarkan senyawa yang menghambat jamur.
Anda dapat mengamati tanda-tanda seperti pertumbuhan tanaman yang lebih sehat, ketahanan terhadap kekeringan, atau dengan analisis tanah di laboratorium untuk mendeteksi spora dan hifa mikoriza. Aplikasi inokulan seperti FloraOne juga dapat memastikan kehadiran mikoriza.
Ya, simbiosis mikoriza sangat aman dan ramah lingkungan karena merupakan proses alami yang mengurangi kebutuhan pupuk dan pestisida kimia, meningkatkan kesehatan tanah, dan mendukung biodiversitas. Penggunaan produk hayati seperti FloraOne memperkuat manfaat ini tanpa residu berbahaya.
Manfaat awal seperti peningkatan penyerapan nutrisi dapat terlihat dalam beberapa minggu setelah aplikasi inokulan, tetapi efek penuh pada hasil panen biasanya terlihat dalam satu musim tanam. Konsistensi penggunaan dan kondisi tanah yang mendukung mempercepat hasil.
Baca Juga: Untuk informasi lebih lanjut tentang produk pertanian hayati yang mendukung simbiosis mikoriza dan pertanian berkelanjutan, kunjungi halaman produk pertanian kami. Pelajari juga tentang solusi untuk peternakan di halaman produk peternakan dan perikanan di halaman produk perikanan. Untuk mengenal lebih jauh Centra Biotech, kunjungi tentang kami.
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.