
Oleh Author
•7 Februari 2026
Early Mortality Syndrome (EMS) atau Sindrom Kematian Dini adalah penyakit serius pada udang yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus, mengakibatkan kematian massal dalam 20-30 hari setelah penebaran. Penyakit ini ditandai dengan hepatopankreas yang memutih dan rusak, penurunan nafsu makan, serta pertumbuhan terhambat, menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi petambak.
Probiotik mengandung mikroorganisme menguntungkan seperti bakteri asam laktat, Bacillus, dan ragi yang bekerja dengan beberapa mekanisme untuk mengendalikan EMS. Mikroba ini bersaing dengan patogen Vibrio untuk nutrisi dan ruang hidup, menghasilkan senyawa antimikroba, serta meningkatkan sistem imun udang.
Penggunaan probiotik untuk mengatasi EMS pada tambak udang menawarkan solusi berkelanjutan dibanding antibiotik yang sering menimbulkan resistensi. Probiotik juga memperbaiki kualitas air dengan mendegradasi bahan organik, mengurangi amonia dan nitrit beracun yang memperparah stres udang.
Berikut adalah 5 alasan utama mengapa probiotik efektif untuk mengatasi EMS:
Probiotik bekerja dengan menghasilkan bakteriosin, hidrogen peroksida, dan asam organik yang menghambat pertumbuhan Vibrio parahaemolyticus. Bakteri menguntungkan seperti Bacillus spp. juga menghasilkan enzim yang mendegradasi biofilm patogen, mengurangi kemampuan Vibrio untuk menempel pada usus udang.
Selain itu, probiotik meningkatkan integritas usus udang dengan memperkuat tight junction antara sel epitel, mencegah translokasi bakteri patogen ke dalam tubuh. Hal ini sangat penting karena EMS sering dimulai dari infeksi saluran pencernaan sebelum menyebar ke hepatopankreas.
Aplikasi probiotik untuk mengatasi EMS pada tambak udang memerlukan pendekatan terstruktur mulai dari persiapan tambak hingga pemeliharaan rutin. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang efektif:
Lakukan pengeringan dasar tambak selama 5-7 hari hingga retak-retak untuk mematikan patogen. Aplikasikan probiotik dengan dosis 5-10 liter per hektar yang dicampur dengan molase sebagai sumber karbon, kemudian rendam tambak dengan air setinggi 10-15 cm selama 3-5 hari sebelum pengisian penuh.
Probiotik akan mengkolonisasi dasar tambak dan air, menciptakan lingkungan mikroba yang menguntungkan sebelum udang ditebar. Pastikan pH air antara 7,5-8,5 dan salinitas sesuai kebutuhan udang untuk optimalisasi kerja probiotik.
Setelah penebaran, aplikasikan probiotik secara rutin setiap 7-10 hari dengan dosis 2-5 liter per hektar tergantung kepadatan udang dan kondisi air. Campur probiotik dengan molase atau sumber karbon lain, diamkan selama 2-4 jam sebelum disebarkan merata di tambak.
Untuk pakan, campurkan probiotik dengan dosis 5-10 ml per kg pakan, diamkan selama 15-30 menit sebelum diberikan. Aplikasi melalui pakan membantu kolonisasi probiotik di usus udang, meningkatkan pencernaan dan ketahanan terhadap patogen EMS.
Pantau parameter kualitas air secara rutin termasuk amonia (<0,1 mg/L), nitrit (<0,05 mg/L), dan pH. Amati perilaku udang seperti nafsu makan, aktivitas berenang, dan adanya gejala EMS seperti hepatopankreas memutih. Lakukan uji bakteri Vibrio total setiap 2 minggu untuk memastikan populasi patogen terkendali.
Jika terjadi peningkatan populasi Vibrio atau gejala EMS, tingkatkan frekuensi aplikasi probiotik menjadi setiap 5-7 hari dan pertimbangkan penambahan dosis. Kombinasikan dengan manajemen pakan yang tepat untuk mengurangi beban organik di tambak.
BioJagat dari Centra Biotech Indonesia adalah probiotik khusus untuk perikanan yang diformulasikan dengan konsorsium mikroba unggul untuk mengatasi EMS dan penyakit udang lainnya. Produk ini mengandung strain bakteri terpilih yang telah teruji efektivitasnya di tambak udang Indonesia.
Berikut keunggulan utama BioJagat dalam mengatasi EMS pada tambak udang:
BioJagat telah terbukti mengurangi insiden EMS hingga 70% pada tambak uji coba di berbagai daerah di Indonesia. Produk ini juga membantu menstabilkan kualitas air dengan mengurangi amonia dan nitrit, faktor pemicu stres yang memperparah kerentanan udang terhadap EMS.
Untuk informasi lebih detail tentang produk probiotik BioJagat dan aplikasinya, kunjungi halaman produk perikanan kami.
Selain penggunaan probiotik, beberapa praktik manajemen tambak dapat membantu mencegah dan mengendalikan EMS secara komprehensif. Pendekatan terintegrasi ini meningkatkan keberhasilan budidaya udang secara signifikan.
Pertahankan kualitas air dengan aerasi yang cukup (minimal 15 HP per hektar), pergantian air teratur, dan monitoring parameter harian. Gunakan kincir air untuk menjaga dissolved oxygen di atas 4 mg/L dan mencegah stratifikasi. Kontrol blooming plankton dengan menjaga kecerahan air 30-40 cm.
Hindari fluktuasi parameter air yang drastis karena dapat menyebabkan stres pada udang. Lakukan pengapuran jika pH turun di bawah 7,5 dan gunakan dolomit untuk menjaga alkalinitas antara 80-120 mg/L CaCO3.
Pilih benur dari hatchery terpercaya dengan sertifikasi bebas patogen spesifik (SPF) atau tahan patogen (SPR). Lakukan aklimatisasi yang tepat dengan menyesuaikan suhu dan salinitas secara bertahap sebelum penebaran. Hindari penebaran saat cuaca ekstrem atau hujan deras.
Lakukan uji PCR untuk memastikan benur bebas dari virus dan bakteri patogen sebelum ditebar. Benur yang sehat memiliki ketahanan lebih baik terhadap infeksi EMS di kemudian hari.
Berikan pakan sesuai kebutuhan dengan menggunakan anco untuk monitoring konsumsi. Hindari overfeeding yang menyebabkan akumulasi bahan organik dan penurunan kualitas air. Gunakan pakan berkualitas dengan kandungan nutrisi seimbang untuk mendukung sistem imun udang.
Tambahkan imunostimulan seperti beta-glukan, vitamin C, dan ekstrak herbal pada pakan untuk meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit. Rotasi jenis pakan dapat mencegah defisiensi nutrisi tertentu.
Probiotik mengandung mikroba hidup yang menguntungkan dan bekerja dengan memperbaiki lingkungan tambak dan kesehatan udang secara alami, sedangkan antibiotik adalah senyawa kimia yang membunuh bakteri secara langsung. Probiotik tidak menimbulkan resistensi, residu berbahaya, atau gangguan ekosistem seperti antibiotik.
Efek probiotik mulai terlihat dalam 3-7 hari setelah aplikasi pertama, dengan perbaikan kualitas air dan penurunan gejala stres udang. Untuk pengendalian EMS secara signifikan, diperlukan aplikasi rutin selama 2-3 minggu untuk membangun populasi mikroba menguntungkan yang stabil di tambak.
Probiotik sebaiknya tidak diaplikasikan bersamaan dengan desinfektan, antibiotik, atau bahan kimia yang bersifat bakterisida karena dapat mematikan mikroba menguntungkan. Beri jarak minimal 3-5 hari antara aplikasi bahan kimia dengan probiotik. Probiotik kompatibel dengan kapur, dolomit, dan pupuk organik.
Simpan probiotik di tempat sejuk (suhu ruang 25-30°C), terlindung dari sinar matahari langsung, dan dalam wadah tertutup rapat. Jangan menyimpan di lemari es karena dapat mematikan mikroba mesofilik. Gunakan sebelum tanggal kedaluwarsa dan hindari kontaminasi dengan bahan kimia selama penyimpanan.
Ya, probiotik efektif untuk berbagai jenis udang seperti vaname, windu, dan udang galah karena mekanisme kerjanya yang universal dalam memperbaiki lingkungan dan kesehatan udang. Namun, dosis dan frekuensi aplikasi mungkin perlu disesuaikan berdasarkan spesies, ukuran, dan kepadatan udang.
Baca Juga: Untuk informasi lebih lanjut tentang produk-produk bioteknologi pertanian dan perikanan dari Centra Biotech Indonesia, kunjungi halaman produk pertanian, halaman produk peternakan, dan tentang kami untuk profil perusahaan lengkap.
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.