
Oleh Author
•2 Desember 2025
Pakan fermentasi adalah pakan ternak yang diolah melalui proses fermentasi menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur untuk meningkatkan nilai gizi, daya cerna, dan daya simpan. Proses ini mengubah bahan pakan kasar menjadi lebih lunak, mudah dicerna, dan kaya nutrisi melalui aktivitas mikroba yang mengurai serat kompleks.
Fermentasi pakan telah menjadi praktik umum di peternakan modern karena efisiensi biaya dan manfaat kesehatan ternak. Dengan cara membuat pakan fermentasi sendiri, peternak dapat memanfaatkan limbah pertanian atau bahan lokal yang murah, mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan yang mahal.
Pakan fermentasi menawarkan berbagai keunggulan yang signifikan bagi peternakan. Berikut adalah lima manfaat utama yang membuat cara membuat pakan fermentasi sendiri sangat menguntungkan:
Proses fermentasi memecah serat kasar menjadi komponen yang lebih mudah dicerna, meningkatkan kandungan protein, vitamin, dan enzim. Mikroba probiotik dalam pakan fermentasi juga membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus ternak, mengurangi risiko penyakit pencernaan.
Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti jerami, dedak, atau limbah pertanian, peternak dapat secara signifikan mengurangi biaya pakan. Pakan fermentasi juga memiliki daya simpan lebih lama (hingga beberapa minggu) dibanding pakan segar, mengurangi pembusukan dan kerugian.
Sebelum memulai proses cara membuat pakan fermentasi sendiri, persiapkan bahan dan alat berikut untuk memastikan hasil optimal:
Pemilihan bahan yang tepat sangat menentukan kualitas pakan fermentasi. Gunakan bahan segar dan bebas kontaminasi untuk hasil terbaik. Probiotik berkualitas seperti Simbios dari Centra Biotech dapat mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kandungan nutrisi.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah cara membuat pakan fermentasi sendiri yang dapat diterapkan di peternakan skala kecil hingga menengah:
Pilih bahan dasar sesuai ketersediaan lokal. Jerami padi adalah pilihan populer karena melimpah dan murah. Pastikan bahan bersih dari kotoran, tanah, atau benda asing. Untuk jerami, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu hingga kadar air sekitar 15-20%.
Cacah bahan dasar menjadi potongan kecil (2-5 cm) untuk memperluas permukaan kontak dengan mikroba. Semakin halus pencacahan, semakin efektif proses fermentasi. Gunakan mesin pencacah untuk efisiensi jika tersedia.
Campur bahan dasar yang telah dicacah dengan sumber karbohidrat seperti dedak dengan perbandingan 80:20 atau 70:30. Dedak berfungsi sebagai sumber energi untuk mikroba selama fermentasi. Aduk hingga merata untuk distribusi nutrisi yang optimal.
Larutkan probiotik/starter dalam air sesuai petunjuk penggunaan. Untuk probiotik Simbios, biasanya digunakan dengan dosis 1-2% dari total bahan. Semprotkan larutan probiotik secara merata ke campuran bahan sambil diaduk. Probiotik berkualitas akan mempercepat fermentasi dan menghasilkan pakan lebih bernutrisi.
Tambahkan air bersih hingga mencapai kelembaban 40-60%. Cara sederhana mengecek: kepal campuran pakan—jika menggumpal tapi tidak mengeluarkan air saat diremas, kelembabannya tepat. Kelembaban berlebih dapat menyebabkan pembusukan, sementara kekeringan menghambat fermentasi.
Masukkan campuran ke dalam wadah fermentasi, padatkan untuk mengurangi udara, lalu tutup rapat. Fermentasi anaerob (tanpa oksigen) menghasilkan hasil terbaik. Simpan di tempat teduh dengan suhu ruang (25-35°C). Proses biasanya memakan waktu 3-7 hari tergantung bahan dan starter.
Setelah 3-7 hari, buka wadah dan periksa pakan. Pakan fermentasi yang baik memiliki aroma asam segar seperti tape, tekstur lunak, dan warna agak kecokelatan. Jika berbau busuk atau berjamur, fermentasi gagal. Pakan yang berhasil dapat disimpan dalam wadah tertutup hingga 2-3 minggu.
Dengan mengikuti ketujuh langkah cara membuat pakan fermentasi sendiri ini secara konsisten, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas dengan biaya minimal. Kunci keberhasilan terletak pada proporsi bahan yang tepat, kelembaban optimal, dan penggunaan probiotik berkualitas.
Probiotik adalah komponen kunci dalam proses fermentasi pakan. Berikut tips memilih dan menggunakan probiotik untuk hasil terbaik:
Probiotik Simbios dari Centra Biotech dirancang khusus untuk fermentasi pakan ternak dan perikanan. Mengandung konsorsium mikroba unggul yang tidak hanya mempercepat fermentasi tetapi juga meningkatkan nilai gizi pakan dan kesehatan ternak. Produk ini telah teruji efektif di berbagai peternakan Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang probiotik ternak berkualitas, kunjungi halaman produk peternakan Centra Biotech yang menyediakan berbagai solusi bioteknologi untuk peternakan modern.
Pakan fermentasi yang dibuat dengan benar dapat disimpan selama 2-3 minggu dalam wadah tertutup rapat di tempat teduh. Penyimpanan yang lebih lama (hingga 1-2 bulan) dimungkinkan dengan teknik pengemasan vakum atau penambahan pengawet alami. Selalu periksa aroma dan tekstur sebelum diberikan ke ternak.
Ya, pakan fermentasi cocok untuk berbagai ternak seperti sapi, kambing, domba, babi, dan unggas. Namun, komposisi bahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesies. Ruminansia lebih cocok dengan fermentasi jerami atau rumput, sedangkan unggas membutuhkan lebih banyak sumber protein dalam campurannya.
Fermentasi berhasil ditandai dengan aroma asam segar (seperti tape atau yoghurt), tekstur lunak, warna agak kecokelatan, dan tidak ada jamur atau lendir. Fermentasi gagal menunjukkan bau busuk, jamur berwarna hitam/hijau, atau tekstur berlendir. Jika gagal, sebaiknya buang dan ulangi proses dengan perbaikan kelembaban atau starter.
Penghematan biaya pakan dapat mencapai 30-50% tergantung bahan yang digunakan. Dengan memanfaatkan limbah pertanian lokal yang murah atau bahkan gratis, peternak secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan. Investasi awal untuk probiotik dan alat biasanya kembali dalam beberapa siklus produksi.
Ya, probiotik Simbios dari Centra Biotech aman dan telah teruji secara ilmiah. Mengandung mikroba menguntungkan yang secara alami terdapat dalam sistem pencernaan ternak sehat. Produk ini bebas bahan kimia berbahaya, mendukung peternakan organik, dan telah digunakan oleh ribuan peternak di Indonesia dengan hasil optimal.
Baca Juga: Untuk informasi lebih lanjut tentang produk-produk bioteknologi pertanian dan peternakan lainnya, kunjungi halaman produk pertanian, halaman produk perikanan, dan tentang kami untuk mengenal lebih jauh Centra Biotech Indonesia.
Konsultasikan kebutuhan pertanian, peternakan, atau perikanan Anda dengan tim ahli kami.